Bukankah es di kutub tidak akan mencair saat hanya secercah
api yang berpijar?
Seperti hatimu, yang sempat membuatku menyerah, dan
sepertinya kali ini aku akan menyerah lagi
Menyerah untuk yang kedua kalinya
Mundur dan kembali pulang dengan senyuman
Karena aku tahu semua ini akan sia-sia
Membuang-buang waktu dan hatiku selama ini
Memaksa takdir agar membuatmu mencair, atau minimal sekedar
mengetahui siapa aku
Haruskah aku tetap memutuskan untuk menyerah pada dinginmu?
Kalau boleh jujur, sekarang ini aku masih sangat menyukaimu
Sedingin dan sekokoh apapun pendirianmu
Sejujurnya aku masih sangat ingin bertahan dan hadir lagi
Namun semesta kembali memaksaku untuk menyerah padamu