Pagi ini aku memutar lagu di leptop. Ada lagu yang pernah
kamu nyanyikan dulu. Lagu dengan bahasa arab yang membuatku kesulitan mengenali
itu lagu apa dan berjudul apa. Sampai pada suatu hari, temanku yang biasa
bersholawat memutarnya dari leptopnya. Seketika aku langsung berlari ke
kamarnya dan mmenanyakan itu lagu berjudul apa. Dan aku tau dari dia bahwa
judul lagu itu. Judul lagunya “Zaujati” nih begini lagu dan terjemahannya.
Sabtu, 16 April 2016
Jumat, 15 April 2016
jika ini kamu, bacalah
Masih dengan luka yang belum kering yang pedihnya menyempil
disetiap senyumku. Aku masih di sini, tidak berubah. Masih mengenangmu, masih
menunggu semua berlalu. Sebenarnya aku tak tahan lagi dibodohi. Ya, otak dan
hatiku saling membodohiku. Mereka beradu siapa yang akan aku ikuti. Harga diriku
yang telah kau cacati atau rasamu yang terlanjur ku sesap.
Kamis, 14 April 2016
masih sama
kembali aku berdiri di tempat ini
untuk kesekian kalinya aku kembali ke tempat ini
dan hal yang aku lakukan masih sama
melihat ke belakang dan mengenang
untuk kesekian kalinya aku kembali ke tempat ini
dan hal yang aku lakukan masih sama
melihat ke belakang dan mengenang
flash-back
salahkah bila aku mencintaimu
dan berharap kau kan menjadi milikku
walau banyak yg bilang kau tak pantas untukku
sayang ku mohon jangan tolak cintaku
jiwa ragaku ini hanya untukmu
aku rela berkorban demi cintaku itu
dan berharap kau kan menjadi milikku
walau banyak yg bilang kau tak pantas untukku
sayang ku mohon jangan tolak cintaku
jiwa ragaku ini hanya untukmu
aku rela berkorban demi cintaku itu
lagi - flashback
Dadio riko padange ulan
Hang Sing kenek ԁі gayuh
Tapi biso madangi ati….
Dadio riko koyo angin
Masio sing ono wujude
Tapi biso nentremno batin….
Hang Sing kenek ԁі gayuh
Tapi biso madangi ati….
Dadio riko koyo angin
Masio sing ono wujude
Tapi biso nentremno batin….
luar lingkaran
em..aku rasa aku lebih nyaman dengan posisi ini.
di luar lingkaran,di belakang garis.
di luar lingkaran,di belakang garis.
Minggu, 10 April 2016
stalker berujung pada...semoga kau membaca
berawal dari rasa penasaran teman sekasur. penasaran dengan sosok "dia". "dia" yang telah mencuri hatiku dengan berbagai pengetahuannya, "dia" yang telah menggendongku dengan kedewaaannya, "dia" yang telah membuatku terlena dengan sikap polosnya, dan "dia" yang telah menghancurkan segala rencana indah yang telah ia sampaikan sendiri pada kehidupanku.
Langganan:
Postingan (Atom)