Terhitung satu bulan, aku dan mas Zidan tidak berkomunikasi sama sekali. Awalnya aku yang mendiamkannya, mengacuhkan pesan pesannya, dan mengabaikan telfon serta vidiocallnya. Bukan 100% disengaja, kebanyak karena aku tertidur kelelahan, atau kehabisan baterai handphone. Sisanya, duniaku lebih fokus pada lembar penelitian dan laporan penelitian dosenku. Benar-benar hubungan kami sudah memasuki fase yang tidak bisa aku prediksi bagaimana kedepannya.
Jumat, 29 November 2019
ceritaku, Ara
Iringan suara banjari dari laptop mengisi diamnya kami berdua. Dia yang sedang sibuk dengan kepulan asap rokoknya, dan aku yang sibuk meredam degup jantungku agar tidak terdengar dari luar.
"Piye nduk? Garap lagu bihamdillahi udna wes ya" katanya sambil menggeser posisi duduk.
"Nggeh mas, kulo kale lare-lare manut mawon" aku berusaha fokus agar tidak ketahuan sedang grogi.
"Piye nduk? Garap lagu bihamdillahi udna wes ya" katanya sambil menggeser posisi duduk.
"Nggeh mas, kulo kale lare-lare manut mawon" aku berusaha fokus agar tidak ketahuan sedang grogi.
Jumat, 22 November 2019
Tempat curhat baru
Dan akhirnya, tadi aku menjawab pertanyaan yang selalu ditanyain sama Arka. Pertanyaan yang setiap dia mengajukannya, ada yang teriris di dalam sini.
"Kalau ini bulan mulud, dia bilangnya ba'da mulud. Berarti bulan depan"
Setelah itu, ada pertanyaan baru yang ia ajukan
"Kalau ini bulan mulud, dia bilangnya ba'da mulud. Berarti bulan depan"
Setelah itu, ada pertanyaan baru yang ia ajukan
Langganan:
Postingan (Atom)