Bukan tentang bertepuk sebelah tangan atau berharap memeluk
rembulan. Tapi ini semua hanya sekedar perasaan. Perasaan yang aku sendiripun
tak tahu kapan dan dimana ia akan berlabuh. Perasaan yang bahkan terkadang
akupun berada dalam kondisi tidak siap saat ia datang. Entahlah, kali ini aku
menyerah. Lelah rasanya bermain-main dalam dalam ketidakpastian. Menyebalkan jika
terus-terusan berada dalam kubangan yang semakin lama menyeretku dalam imajinasi
yang tak kunjung usai. Sepertinya kali ini aku harus mengistirahatkan hatiku. Ditambah
lagi, aku akan menenggelamkan diri dalam hal-hal yang aku sukai. Yups, itu
pasti.
Senin, 21 November 2016
Senin, 14 November 2016
patah hati-lagi
Patah hati
Lagi
Dengan perasaan yang hanya berjalan seumur jagung
Langsung dipatahkan
Ya, aku bisa membaca gerak-gerik yang ada
Sikap, respon, dan hal-hal lain yang kau lakukan
Sekali lihat aku langsung faham
Kalau kau, menyukainya
Ah, sudahlah
Terus saja mengejarnya
Orang yang sepertinya sesuai dengan yang kau harapkan
Ah, aku memang berhayal terlalu tinggi
Tidak sadar bahwa dosa yang aku timbun terlalu banyak
Sangat tidak sesuai denganmu
Berbahagialah, jangan hiraukan aku
Aku akan berhenti menyukaimu
Aku akan menjaga agar tidak lagi ada prasangka
Kata orang, mengetahui segala itu terkadang justru
menyakitkan
Terlalu banyak tahu juga kadang menyakitkan
Seperti sekarang
Aku terlalu cepat mencari informasi tentangmu
Sampai aku mengetahui banyak hal
Bahkan terlalu banyak hingga menjadi bumerang
Berontak, menyayat hatiku
Tepat di sini, lumayan dalam
Meninggalkan bekas pilu
Yang aku sendiri sudah tidak tahan
Sudahlah, aku tidak mau lagi bermain
Apalagi menyangkut hati
Karena patahnya, langsung mengenai nurani
Tidak satu-dua kali aku begini
Jatuh hati lalu patah lagi
Ada yang bilang harusnya aku membangun itu
Bukan malah menjatuhkannya
Baru beberapa hari yang lalu aku berhasil melepaskan dia
Dengan menjatuhkan hatiku padamu
Dan sekarang? Kau mematahkan hatiku
Ah sudahlah, aku tidak mau tertipu dengan perasaan semu
Sejak hari ini aku bertekad tidak akan bermain lagi
Dengan hati siapapun itu
Termasuk hatimu
Senin, 07 November 2016
Obrolan pagi ini
Sekarang, mari kita saling mendoakan. Sebagai teman baik, semoga kamu bahagia. Dan aku berusaha untuk tidak berharap apa2 lagi. Karena cerita kita sudah selesai dengan kata terimakasih.
Dan untuk hatiku, jangan sampai ia mati rasa. Semoga kamu dan aku, masing-masing akan merasakan kembali, atau lebih indah. Dengan seseorang yg namanya sudah Allah tulis bahkan sebelum kita bernafas. Aku sekarang mungkin akan tidak suka dg siapun atau tidak membuka hati dg siapapun. Karena pada akhirnya, semua rasa ini akan aku berikan pada seseorang itu, yang berani ke rumah dan memintaku bersama keluarganya.
Dan untuk hatiku, jangan sampai ia mati rasa. Semoga kamu dan aku, masing-masing akan merasakan kembali, atau lebih indah. Dengan seseorang yg namanya sudah Allah tulis bahkan sebelum kita bernafas. Aku sekarang mungkin akan tidak suka dg siapun atau tidak membuka hati dg siapapun. Karena pada akhirnya, semua rasa ini akan aku berikan pada seseorang itu, yang berani ke rumah dan memintaku bersama keluarganya.
Minggu, 06 November 2016
AKU IRI
Aku iri
Padamu yang telah melepaskanku
Kamu yang berhasil bangkit kembali
Dan benar-benar membuangku
Jumat, 04 November 2016
Rabu, 02 November 2016
hati yang baru?
Hei kamu yang punya segudang prestasi
Berbakat dalam segala hal yang kau lewati
Mempesona setiap insan yang bahkan belum mengenali
Seperti permata biru yang sangat indah untuk dikagumi
Siapa yang tidak terbersit perasaan untuk ingin memiliki?
Langganan:
Postingan (Atom)