Patah hati
Lagi
Dengan perasaan yang hanya berjalan seumur jagung
Langsung dipatahkan
Ya, aku bisa membaca gerak-gerik yang ada
Sikap, respon, dan hal-hal lain yang kau lakukan
Sekali lihat aku langsung faham
Kalau kau, menyukainya
Ah, sudahlah
Terus saja mengejarnya
Orang yang sepertinya sesuai dengan yang kau harapkan
Ah, aku memang berhayal terlalu tinggi
Tidak sadar bahwa dosa yang aku timbun terlalu banyak
Sangat tidak sesuai denganmu
Berbahagialah, jangan hiraukan aku
Aku akan berhenti menyukaimu
Aku akan menjaga agar tidak lagi ada prasangka
Kata orang, mengetahui segala itu terkadang justru
menyakitkan
Terlalu banyak tahu juga kadang menyakitkan
Seperti sekarang
Aku terlalu cepat mencari informasi tentangmu
Sampai aku mengetahui banyak hal
Bahkan terlalu banyak hingga menjadi bumerang
Berontak, menyayat hatiku
Tepat di sini, lumayan dalam
Meninggalkan bekas pilu
Yang aku sendiri sudah tidak tahan
Sudahlah, aku tidak mau lagi bermain
Apalagi menyangkut hati
Karena patahnya, langsung mengenai nurani
Tidak satu-dua kali aku begini
Jatuh hati lalu patah lagi
Ada yang bilang harusnya aku membangun itu
Bukan malah menjatuhkannya
Baru beberapa hari yang lalu aku berhasil melepaskan dia
Dengan menjatuhkan hatiku padamu
Dan sekarang? Kau mematahkan hatiku
Ah sudahlah, aku tidak mau tertipu dengan perasaan semu
Sejak hari ini aku bertekad tidak akan bermain lagi
Dengan hati siapapun itu
Termasuk hatimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar