Senin, 14 November 2016

patah hati-lagi



Patah hati
Lagi
Dengan perasaan yang hanya berjalan seumur jagung
Langsung dipatahkan

Ya, aku bisa membaca gerak-gerik yang ada
Sikap, respon, dan hal-hal lain yang kau lakukan
Sekali lihat aku langsung faham
Kalau kau, menyukainya

Ah, sudahlah
Terus saja mengejarnya
Orang yang sepertinya sesuai dengan yang kau harapkan

Ah, aku memang berhayal terlalu tinggi
Tidak sadar bahwa dosa yang aku timbun terlalu banyak
Sangat tidak sesuai denganmu

Berbahagialah, jangan hiraukan aku
Aku akan berhenti  menyukaimu
Aku akan menjaga agar tidak lagi ada prasangka

Kata orang, mengetahui segala itu terkadang justru menyakitkan
Terlalu banyak tahu juga kadang menyakitkan
Seperti sekarang

Aku terlalu cepat mencari informasi tentangmu
Sampai aku mengetahui banyak hal
Bahkan terlalu banyak hingga menjadi bumerang

Berontak, menyayat hatiku
Tepat di sini, lumayan dalam
Meninggalkan bekas pilu
Yang aku sendiri sudah tidak tahan

Sudahlah, aku tidak mau lagi bermain
Apalagi menyangkut hati
Karena patahnya, langsung mengenai nurani

Tidak satu-dua kali aku begini
Jatuh hati lalu patah lagi
Ada yang bilang harusnya aku membangun itu
Bukan malah menjatuhkannya

Baru beberapa hari yang lalu aku berhasil melepaskan dia
Dengan menjatuhkan hatiku padamu
Dan sekarang? Kau mematahkan hatiku

Ah sudahlah, aku tidak mau tertipu dengan perasaan semu
Sejak hari ini aku bertekad tidak akan bermain lagi
Dengan hati siapapun itu
Termasuk hatimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar