Mungkin inilah yang dirasakan neng lia saat menasehatiku
dulu. Dia berfikiran logis, aku masih saja menolaknya, lebih memilih
keputusanku. Ya,memang ada penolakan dalam diriku jika yang dia sarankan tidak
sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan akhirnya? Aku memilih tidak
mendengarnya, mengacuhkan nasihatnya, bermain memakai jalanku sendiri yang aku
anggap aman. Namun? Akhirnya mengenaskan. Semuanya berantakan. Aku tau rasanya
sekarang. Ketika pemikiran logis yang kita sarankan ditolak karena ada
permainan hati dalam keputusan yang akan diambilnya. Tapi yasudahlah, toh
niatku tak lebih dari sekedar memberi saran. Apabila terjadi sesuatu lagi,
jangan mengelu padaku, jangan merengek padaku. Aku sudah memberi saran yang
harusnya kau dengarkan saja. Jangan menjadi seperti aku, yang selalu bermain
dengan api. Menghangatkan diri boleh, tapi jangan terlalu dekat, bisa terbakar.
Sekian
Sabtu, 26 Maret 2016
Selasa, 01 Maret 2016
Bukannya aku mulai merindu atau terjebak masa lalu
Hanya saja aku ingin kau tahu
Bahwa senang telah mengenalmu
Bahagia pernah kau jadikan pemilik satu-satunya
Maaf telah melukaimu dan menciderai mimpi kita
Tapi terimakasih telah membebaskanku dari belenggu dosa
Terimakasih telah membuat kita terbebas dari fitnah dan zina
Jangan menghindar dari kenyataan bahwa kita pernah bahagia dalam kubangan itu
Dan jangan mengulang lagi jalan itu bersamanya
Dan ini, tulisan terakhirku tentangmu, tentang kita
Sekian, maaf dan terimakasih untukmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
