Mungkin inilah yang dirasakan neng lia saat menasehatiku
dulu. Dia berfikiran logis, aku masih saja menolaknya, lebih memilih
keputusanku. Ya,memang ada penolakan dalam diriku jika yang dia sarankan tidak
sesuai dengan apa yang aku inginkan. Dan akhirnya? Aku memilih tidak
mendengarnya, mengacuhkan nasihatnya, bermain memakai jalanku sendiri yang aku
anggap aman. Namun? Akhirnya mengenaskan. Semuanya berantakan. Aku tau rasanya
sekarang. Ketika pemikiran logis yang kita sarankan ditolak karena ada
permainan hati dalam keputusan yang akan diambilnya. Tapi yasudahlah, toh
niatku tak lebih dari sekedar memberi saran. Apabila terjadi sesuatu lagi,
jangan mengelu padaku, jangan merengek padaku. Aku sudah memberi saran yang
harusnya kau dengarkan saja. Jangan menjadi seperti aku, yang selalu bermain
dengan api. Menghangatkan diri boleh, tapi jangan terlalu dekat, bisa terbakar.
Sekian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar