salahkah bila aku mencintaimu
dan berharap kau kan menjadi milikku
walau banyak yg bilang kau tak pantas untukku
sayang ku mohon jangan tolak cintaku
jiwa ragaku ini hanya untukmu
aku rela berkorban demi cintaku itu
fikiranku melayang ke beberapa minggu lalu,saat ia pertama kali menyanyikan lagu itu. suaranya indah sekali,membuatku menikmati dengan tanpa menyadari liriknya.
"gimana?"
"ah,enak kok"
"mbak jadi ambil yang mana?" aku terhenyak,hei ini buka malam itu
"eh?
maaf. yang ini" aku segera melakukan pembayaran dan meninggalkan toko
dengan tertawa sendiri. tak peduli yang lain menatapku seakan aku gila.
ya,mungkin mereka benar. aku telah gila. gila karna selalu bisa tersedot
oleh apapun yang bisa memicu aku kembali dalam kenangan. sebait lagu
tadi misalnya. jika kalian tau,aku kembali pada saat dia menyanyikannya.
suaranya merdu sekali,dan aku masih merasa sanggup mendengarnya sampai
sekarang. aku merasa di permainkan oleh lagu2 yang pernah ia nyanyikan
untukku. setiap kali ada salah satu lagu yang diputar saat aku di suatu
tempat,tiba2 saja atmosfernya berbeda.
aku merasa benar2 kembali ke sana.
ada dia di ujung ponsel ini yang menertawaiku ketika aku kesal dengan ejekannya.
ada dia di ujung ponsel ini yang sedang cemberut karna baterai ponselnya habis.
ada dia di ujung ponsel ini yang sedang pura2 tidur ketika ibunya masuk kamar saat kami tengah berbincang.
ya,aku masih bisa merasakan nafasnya di soisi ponsel lainnya
untuk
kesekian kalinya aku tersenyum sendiri di dalam bus ini. menatap layar
ponsel yang sedang terkunci,menampilkan foto kami saat ulang tahunnya
yang ke 17. yah,cukup untuk membuat hatiku hangat sebentar lalu kembali
padam -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar