Jumat, 30 September 2016

melenceng dari ide awal :D



Malam ini aku merasa terlahir kembali. Betapa tidak, akhirnya aku merasa ada yang berontak di dalam hati kecilku ketika aku berlaku tidak adil dalam pembagian proporsi dalam kehidupanku. Dan untuk pertama kalinya, aku merasa bisa memaafkan dia. Tidak hanya itu, coba tebak! Aku bisa merelakan dia, aku berhasil benar-benar mengeluarkannya dari dalam hati serta fikiranku yang aku rasa butuh jutaan tahun untuk berhasil melakukannya. Bukan karena kamu, seseorang yang baru sembuh dari serangan asam lambungnya. Tapi ya gabisa bohong kalau sedikit banyak ini berkat bantuan darimu juga sih. Tapi benar-benar seperti aku terbangun dan bersiap menghadapi hari senin setelah mengalami hari libur yang sangat panjang.

Tentangnya, tidak akan pernah aku lupakan. Bahkan kamu mengatakan padaku
“seharusnya kamu lebih merdeka dengan pengalaman-pengalaman kamu ciz”
Ya, aku tahu. Harusnya untuk orang yang benar-benar sudah jatuh bangun dengan pengalaman patah hati yang gak Cuma sekali, harusnya aku memang bisa merdeka. Tidak menggila dengan suatu perasaan dan buta akan segalanya. Hei tapi bukan berarti aku tidak ada kemajuan loh ya, boleh dong aku membela diri :p
Jadi gini, untuk sekarang ini, setelah kejadian pahit memilukan dan tak terlupakan ini, aku jadi lebih bisa mengontrol diri. Maksudnya, sekarang ini aku memang menyukaimu. Aku tidak berbohong. Kamu masuk tipe 1-5 dari apa yang sudah aku jelaskan padamu tempo hari. Aku suka apapun tentangmu. Pengen gak pengen masuk ke kehidupanmu, karena aku tahu mungkin kehadiranku hanya akan menjadi pengganggu untukmu :D aku rasa tipemu wanita dewasa yang em...manis baik tutur kata dan sikapnya kan? Juga wanita yang pengetahuannya luas baik dari segi agama ataupun dunia luar. Sedangkan aku? Aku hanya gadis yang tidak mengerti apapun yang telah kau pahami dan kuasai, aku hanya seseorang yang entahlah...selalu mengganggumu mungkin :D
Hei bung, aku beritahu ya. Jangan pernah sakit lagi. Dan jangan pernah tidak mengakui kecerobohan yang kau lakukan dan berpura-pura bahwa itu semua adalah kecelakaan yang tidak disengaja. Kau fikir yang namanya rujak itu tidak pakai petis? Ckckck benar benar menyebalkan. Aku tahu kau memang bisa mengatur dirimu sendiri, aku tahu bahwa kau adalah pria dewasa yang sudah tahu apa yang harus kau lakukan. Tapi kejadian itu cukup membuatku yakin kalau kau juga cukup ceroboh dalam bersikap. Apakah kau tidak tau bagaimana kekhawatiranku saat itu? Ah, kau tidak akan pernah tahu. Sudahlah, lupakan. Aku masih ingat sepertinya kau memakan sambelmu saat kita makan bersama yang lain waktu itu. Yakan?
Sebelumnya terimakasih untuk pujiannya tentang cara menulisku. Apakah menurutmu aku cukup hebat seperti yang kau bayangkan? Hm...sepertinya tidak. Aku hanya berusaha menuliskan apa yang aku rasakan saja. Seperti bagaimana jika tulisanku ini dibaca dengan orang yang benar-benar aku inginkan untuk dia baca? Seperti itulah aku saat menulisnya semua ini. Hehehe. Kalau menurutmu aku memang hebat, keren dan kece, sepertinya kau yang jauh lebih oke. Kenapa? Karena kau berhasil membuatku baik-baik saja saat hatiku sedang tidak baik-baik saja. Ya, ketika aku sedang tidak baik-baik saja aku selalu mengirimkan pesan padamu. Dan balasan darimu, walau hanya terdiri dari satu kata “astaghfirulla” “shalawat” atau hanya emoticon yang mungkin akan menambah kadar ketidakbaikan hati orang lain malah justru membuatku merasa langsung baik-baik saja. Hehehe, terimakasih ya :D
Saat menyukaimu kali ini, aku tidak berharap kau menyukaiku juga. Aku juga tidak berharap bisa masuk dalam kehidupan pribadimu yang sangat penuh dengan sekat-sekat privasi. Aku merasa sudah lebih dari cukup saat kita berdua berdiskusi masalah yang sedang aku tidak mengerti. Aku merasa sangat berterimakasih saat kau bilang kau berdoa untuk kesembuhanku. Aku sangat menyukai ketika kau menanyakan pendapatku tentang sesuatu. Itu semua sudah sangat cukup untukku. Cukup untuk membuatku bertahan ada diposisi ini. Karena aku tidak mau hal yang sama terulang lagi. Aku masih sangat ingat ketika dulu aku menolak berhubungan lebih lanjut dengan dia saat ia mengatakan menyukaiku. Kenapa? Ya, seperti pengalaman yang lalu. Aku tidak pernah menyukai ketika ada dalam posisi saling membenci, bermusuhan, dan apalah itu namanya setelah putus dari menjalin hubungan. Dulu, aku hanya ingin bisa dekat dengannya kalau memang ia menyukaiku, tanpa harus berganti status kecuali menjadi suami-istri *eh :D ahahaha, tapi seriusan, aku capek dengan permainan kekanakan yang terjadi karena putus hubungan dari seseorang. Tapi karena dia memaksa ya, seperti inilah hasilnya.
Jadi denganmu kali ini,ya aku tidak mau semuanya berantakan. Ekekekekek, percaya diri sekali :v padahal aku benar-benar tahu kalau kau juga tidak akan pernah sedikitpun atau bahkan hanya sekilas saja untuk sebersit kau menyukaiku. Hehehe, maafkan aku ya bung, kalau aku selancang ini menyakimu. Sebenarnya aku tidak ingin menulis seperti ini. Tapi aku lupa ingin menulis apa, duhlah :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar