Malam ini aku merasa terlahir kembali. Betapa tidak,
akhirnya aku merasa ada yang berontak di dalam hati kecilku ketika aku berlaku
tidak adil dalam pembagian proporsi dalam kehidupanku. Dan untuk pertama
kalinya, aku merasa bisa memaafkan dia. Tidak hanya itu, coba tebak! Aku bisa
merelakan dia, aku berhasil benar-benar mengeluarkannya dari dalam hati serta
fikiranku yang aku rasa butuh jutaan tahun untuk berhasil melakukannya. Bukan karena
kamu, seseorang yang baru sembuh dari serangan asam lambungnya. Tapi ya gabisa
bohong kalau sedikit banyak ini berkat bantuan darimu juga sih. Tapi
benar-benar seperti aku terbangun dan bersiap menghadapi hari senin setelah
mengalami hari libur yang sangat panjang.
Tentangnya, tidak akan pernah aku lupakan. Bahkan kamu mengatakan
padaku
“seharusnya kamu
lebih merdeka dengan pengalaman-pengalaman kamu ciz”
Ya, aku tahu. Harusnya untuk orang yang benar-benar sudah
jatuh bangun dengan pengalaman patah
hati yang gak Cuma sekali, harusnya aku memang bisa merdeka. Tidak menggila
dengan suatu perasaan dan buta akan segalanya. Hei tapi bukan berarti aku tidak
ada kemajuan loh ya, boleh dong aku membela diri :p
Jadi gini, untuk sekarang ini, setelah kejadian pahit memilukan dan tak terlupakan ini,
aku jadi lebih bisa mengontrol diri. Maksudnya, sekarang ini aku memang
menyukaimu. Aku tidak berbohong. Kamu masuk tipe 1-5 dari apa yang sudah aku
jelaskan padamu tempo hari. Aku suka apapun tentangmu. Pengen gak pengen masuk
ke kehidupanmu, karena aku tahu mungkin kehadiranku hanya akan menjadi
pengganggu untukmu :D aku rasa tipemu wanita dewasa yang em...manis baik tutur
kata dan sikapnya kan? Juga wanita yang pengetahuannya luas baik dari segi
agama ataupun dunia luar. Sedangkan aku? Aku hanya gadis yang tidak mengerti
apapun yang telah kau pahami dan kuasai, aku hanya seseorang yang
entahlah...selalu mengganggumu mungkin :D
Hei bung, aku beritahu ya. Jangan pernah sakit lagi. Dan jangan
pernah tidak mengakui kecerobohan yang kau lakukan dan berpura-pura bahwa itu
semua adalah kecelakaan yang tidak disengaja. Kau fikir yang namanya rujak itu
tidak pakai petis? Ckckck benar benar menyebalkan. Aku tahu kau memang bisa
mengatur dirimu sendiri, aku tahu bahwa kau adalah pria dewasa yang sudah tahu
apa yang harus kau lakukan. Tapi kejadian itu cukup membuatku yakin kalau kau
juga cukup ceroboh dalam bersikap. Apakah kau tidak tau bagaimana
kekhawatiranku saat itu? Ah, kau tidak akan pernah tahu. Sudahlah, lupakan. Aku
masih ingat sepertinya kau memakan sambelmu saat kita makan bersama yang lain
waktu itu. Yakan?
Sebelumnya terimakasih untuk pujiannya tentang cara
menulisku. Apakah menurutmu aku cukup hebat seperti yang kau bayangkan? Hm...sepertinya
tidak. Aku hanya berusaha menuliskan apa yang aku rasakan saja. Seperti bagaimana
jika tulisanku ini dibaca dengan orang yang benar-benar aku inginkan untuk dia
baca? Seperti itulah aku saat menulisnya semua ini. Hehehe. Kalau menurutmu aku
memang hebat, keren dan kece, sepertinya kau yang jauh lebih oke. Kenapa? Karena
kau berhasil membuatku baik-baik saja saat hatiku sedang tidak baik-baik saja. Ya,
ketika aku sedang tidak baik-baik saja aku selalu mengirimkan pesan padamu. Dan
balasan darimu, walau hanya terdiri dari satu kata “astaghfirulla” “shalawat”
atau hanya emoticon yang mungkin akan menambah kadar ketidakbaikan hati orang
lain malah justru membuatku merasa langsung baik-baik saja. Hehehe, terimakasih
ya :D
Saat menyukaimu kali ini, aku tidak berharap kau menyukaiku
juga. Aku juga tidak berharap bisa masuk dalam kehidupan pribadimu yang sangat
penuh dengan sekat-sekat privasi. Aku merasa sudah lebih dari cukup saat kita
berdua berdiskusi masalah yang sedang aku tidak mengerti. Aku merasa sangat
berterimakasih saat kau bilang kau berdoa untuk kesembuhanku. Aku sangat
menyukai ketika kau menanyakan pendapatku tentang sesuatu. Itu semua sudah sangat
cukup untukku. Cukup untuk membuatku bertahan ada diposisi ini. Karena aku
tidak mau hal yang sama terulang lagi. Aku masih sangat ingat ketika dulu aku
menolak berhubungan lebih lanjut dengan dia saat ia mengatakan menyukaiku. Kenapa?
Ya, seperti pengalaman yang lalu. Aku tidak pernah menyukai ketika ada dalam
posisi saling membenci, bermusuhan, dan apalah itu namanya setelah putus dari
menjalin hubungan. Dulu, aku hanya ingin bisa dekat dengannya kalau memang ia
menyukaiku, tanpa harus berganti status kecuali menjadi suami-istri *eh :D
ahahaha, tapi seriusan, aku capek dengan permainan kekanakan yang terjadi
karena putus hubungan dari seseorang. Tapi karena dia memaksa ya, seperti
inilah hasilnya.
Jadi denganmu kali ini,ya aku tidak mau semuanya berantakan.
Ekekekekek, percaya diri sekali :v padahal aku benar-benar tahu kalau kau juga
tidak akan pernah sedikitpun atau bahkan hanya sekilas saja untuk sebersit kau
menyukaiku. Hehehe, maafkan aku ya bung, kalau aku selancang ini menyakimu. Sebenarnya
aku tidak ingin menulis seperti ini. Tapi aku lupa ingin menulis apa, duhlah :D
Tidak ada komentar:
Posting Komentar