Aku tahu tidak sedetikpun kau menghadirkanku
pada hidupmu
Aku tahu, bagimu aku hanya sekedar camilan
selingan
Aku juga tahu, dibandingkan penggemarmu di
luar sana, aku hanyalah upik abu
Lalu mengapa kau justru memilih upik abu untuk
kau permainkan?
Mengapa kau memberi kunci untuk membuka pintu
hatimu pada upik abu ini?
Hahaha kau pasti benar-benar sedang
mempermainkanku dengan menjadikanku leluconmu
Akhirnya aku tahu jawabannya setelah kubuka pintu hatimu
Dan coba tebak apa isinya? Gotcha!
Hanya layar putih yang memutar kehidupanmu,
tidak bisa aku jangkau
Semua benar-benar hanya dari layar putih, aku
tidak bisa berbuat apa-apa
hahaha....sudah puaskah kau menertawaiku?
Memang hanya aku di sini yang bodoh. Siapa
suruh jatuh hati padamu
Harusnya aku sudah tau dari awal kalau bagimu,
aku ini hanya sebatas permainan
Aku benar kan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar