Jumat, 04 November 2016

bolehkah aku bertanya padamu?



Bagaimana perasaanmu kita bertemu lagi?

Kalau kau tanya padaku, apakah kau berpura-pura dan benar-benar tidak tahu?
Hatiku berdebar sangat kencang
Bibirku kaku, lidahku kelu, nafasku memburu
Kerongkonganku kering, hatiku bergeming
Melihatmu, bersila dengan menyender pada tembok itu
Berpakaian serba hitam, faforitku
Masih sama ya, wajahmu
Masih setia juga ternyata suaramu
Aku merindukanmu, semua tentangmu aku merindukannya
Bahkan mungkin, aku bisa lepas kendali dan menghambur ke pelukanmu
Hahaha tidak, aku bercanda. Aku tidak mungkin melakukannya
Kau tahu, pertahananku jebol
Benteng yang aku bangun dengan susah payah dan belum kelar
Mendadak ambrol saat melihatmu
Benar-benar sudah rata dan tidak tahu lagi bagaimana harus kembali membangunnya
Perasaan itu kembali dengan ajaibnya
Perasaan yang bagiku memang belum selesai itu kembali pulang pada hati ini tanpa aba-aba
Perasaaan yang telah lama kau tolak lagi dan sepakat kau akhiri
Apakah kau menyadari suaraku bergetar dan serak saat berbicara malam itu?
Tahukah kau gemetarnya tubuhku saat aku duduk menghadapmu?
Aku rasa kau tidak tahu, dan tidak akan peduli
Boleh aku tanya padamu sesuatu?
Bagaimana dengan perasaanmu malam itu?

2 komentar: