Dua sosok yang saling tertawa, dalam cengkramanya ada saja letupan cinta. Dalam 24 jam tidak sedetikpun topik obrolan dilewatkan. Tanpa dipantik, keduanya sudah membara dengan perasaan masing-masing. Perutku tergelitik, tapi sayang kupu-kupu di dalamnya sudah lama terbang. Handphone dengan vidio yang masih terputar itu aku letakkan.
Apakah aku masih kurang rajin menyiraminya? Atau memang sudah bukan musimnya berbuah? Lagi-lagi aku bimbang untuk melakukan regenerasi atau biarkan tumbuh saja. Karena regenerasi tidak semudah dan semurah itu.
Aku mengerjap, memastikan lagi kebenaran yang aku lihat. Ah benar, laki-lakiku sedang tertawa bersama handphonenya. Aku tersenyum simpul, sudah lama sekali tidak tertawa bersamanya. Bahkan antusias untuk hal yang sama pun, rasanya sudah kadaluarsa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar