Setelah 365 hari berjuang melewati tahun 2021, akhirnya lembaran baru telah mulai diisi.
2021 adalah tahun yang mungkin berat bagi sebagian orang, tapi mungkin juga tahun 2021 adalah tahun menjadi awal yang baru bagi beberapa orang, bisa juga 2021 adalah tahun di mana segala keputusan besar harus diambil.
Bagiku, 2021 adalah tahun di mana aku mulai melepaskan segala bayang-bayang di masa lalu. Tahun di mana hampir seluruh orang yang pernah menjadi separuh hatiku menyandarkan hatinya pada pilihan mereka, yang itu bukan aku. Semoga semua hubungan mereka menjadi sakinah, mawaddah, warahmah. Segala hal tentang melepaskan dan mengikhlaskan, harus terurai pada tahun lalu. Di mana aku yang berada pada titik sudah tidak punya pandangan lagi terhadap siapapun untuk menjadi pasangan hidup. Saat harus menerima kenyataan bahwa perasaan itu tidak bisa dipaksakan. Saat aku harus merelakan perasaan yang sudah bersemayam beberapa tahun terakhir. Saat di mana kekosongan mulai menyapa, dan percaya pada cinta mulai tiada. Mati rasa? Mungkin saja. Kehilangan kesempatan mencintai orang-orang yang selama ini masih bisa aku doakan dalam sunyi. Yah, masing-masing dari mereka sudah beristri. Dan aku, bukan perempuan tak tahu malu yang terus berdoa untuk membalikkan hati. Adalagi sosok pria yang akhirnya memberi tahu satu hal yang pasti, bahwa dia tidak akan pernah sedikitpun bisa aku miliki. Ya, dia tidak mencintaiku. Meskipun aku sudah tahu dari awal, hanya aku saja yang denial.
Tapi 2021 juga tahun yang memberikan banyak plot twist. Tiba-tiba, aku memantapkan hati untuk dinikahi oleh seorang laki-laki yang baru aku kenali. Laki-laki yang tidak pernah aku bayangkan sedikitpun akan datang dengan cara yang tidak diduga. Laki-laki yang membawa keluarganya untuk memintaku jadi pendamping hidupnya hanya saat pertemuan kedua. Skenario yang tidak pernah terlintas akan aku setujui. Alur cerita yang bahkan sering aku caci dan kutuki sebelum sebelumnya. Sedikitpun tidak pernah terlintas bahwa aku akan mengiyakan ajakan menikah laki-laki yang baru aku kenal beberapa hari. Tapi ternyata, ada yang lebih berkuasa atas hati. Takdir Allah memang unik, menarik, dan beberapa kali memang menggelitik. Tapi untuk yang kali ini, aku sungguh bersyukur kepada sang khalik. Semoga, ini yang terbaik dari yang paling baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar