Aku ingin mendukungmu dan ikut merangkul segala mimpimu. Mendampingimu melewati segala rasa dan peristiwa. Menjadi saksi dari seluruh pilu dan haru, membersamaimu. Dari awal hingga kapanpun, dari pagi hingga malam, dari senin hingga minggu, januari sampai desember.
Kau tahu? Bagiku, kebahagiaanmu harus selalu terjamin. Lebih dari segalanya tentangku, aku merasa jauh lebih bahagia memastikanmu baik-baik saja. Sepertiga malam dan setelah terbit fajar, selalu aku rayu tuhanku agar lebih menyayangimu dan melimpahkan kebaikannya padamu. Sst, jangan bilang siapa siapa nanti yang lain iri.
Kau tahu sejak lama aku ingin sekali bisa memakaikan dasimu. Merapikan kemejamu, memperbaiki rambutmu dan mengecup punggung tanganmu. Pasti menyenangkan menjawab salammu di pagi dan sore hari. Menyiapkan sarapan dan makan malam kita. Menyiapkan teh hangat dan memijat bahumu. Astaga, maafkan aku yang diam-diam halu.
Betapa menyenangkan menghabiskan setiap detik mengabadikan senyummu. Mendengarkan segala keluh kesah dan gundah yang tidak bisa kau katakan pada yang lainnya. Menghiburmu saat sudah lelah dan berserah. Mendukungmu saat kau hampir menyerah. Menguatkanmu saat dunia menjauh. Tertawa bersamamu, dan selalu berada di sampingmu tanpa harus merindu.
Aku membayangkan betapa bahagianya aku saat mendengarkanmu mengucapkan namaku suatu hari nanti. Menggenggam tangan ayahku, didepan keluarga besar kita dan juga penghulu. Membahas segala persoalan dalam setiap malam. Menghabiskan setiap tanya dalam hangatnya dekapanmu. Berada di balik punggungmu sambil mengikis jarak sepanjang perjalanan kita.
Bagiku, bersamamu akan menjadi titik tertinggi kebahagiaanku. Bisa memilikimu adalah kebahagiaan yang tidak akan pernah mau aku tukar dengan apapun. Namun ternyata aku salah. Ada sesuatu yang jauh lebih indah dari itu semua. Ada hal yang jauh lebih aku inginkan ketimbang bersamamu atau memilikimu.
Kebahagiaanmu, dengan atau tanpa aku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar