Minggu, 26 November 2017

3 Juli 2017

Sejak 3 juni, tepat setelah aku memutuskan untuk tidak lagi mengangkat telfonmu hingga meninggalkan 4 missedcall yang terkadang masih aku sesali karena tidak mengangkatnya, kamu datang di setiap malamku. Dengan wajah cerah dan tampanmu yang mampu menepiskan logikaku, kamu selalu memantik lagi perasaanku ini. Hingga sekitar banyak hari lamanya, kamu tidak pernah absen senalam pun dari mimpiku. Aku lelah, hingga berharap dan memutuskan untuk tidak mengizinkanmu meski sekedar mampir dalam mimpiku. Namun, saat kamu sudah tidak lagi menjengukku lewat mimpi, aku rindu.

Malam ini, datanglah dalam mimpiku. Ada yg ingin aku sampaikan kepadamu. Tentang rasa ini, yg perlahan mengokoh tanpa bisa aku tumbangkan.
Esok malam, datanglah kembali. Ada yg ingin aku beritahukan kepadamu. Perihal luka yg sempat kau goreskan, perlahan terkuak lagi meninggalkan perih.
Teruslah kembali, lagi dan lagi hingga luka iki tak berarti dan rasa ini mati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar