Minggu, 26 November 2017

Rindu saat itu

Apakah merindukanmu termasuk dalam salah satu dosa besar?
Kalau memang ya, biarkan aku berdosa karena rinduku.
Bahkan hingga pekat malampun tak mampu menahan gejolak pikiranku.
Apa kabarmu sejak terakhir kali kita bertemu?
Aku sedikit menyesal mengabaikan telfonmu di sepertiga malam terakhir kita.
Aku tidak punya cadangan duplikat raga ataupun tawamu lagi.
Jika boleh, aku ingin untuk sekali ini biarkan aku kembali lagi mengabadikan setiap hembus nafasmu, setiap degup jantungmu, setiap suara lembutmu, dan semua senyuman serta tawa indahmu.
Aku rindu kamu. . .

Aku kembali merindu
Saat mereka bicara tentang pesona
Fikiranku langsung mengingatmu
Pesonamu yang mampu membuat akal sehatku berhenti sejenak
Aku rindu dengan kerlingan nakalmu
Aku candu dengan tawa dan suaramu
Aku rindu~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar