Aku iri pada mereka yang bisa menahan diri untuk tidak
memasuki masa lalu lagi. Aku ingin seperti mereka yang bisa gigih menolak
kedatangan seseorang kembali. Aku ingin bisa berjalan lurus ke depan tanpa
menoleh padamu lagi. Aku berandai-andai bisa kembali menatapmu tanpa hatiku berdebar-debar
kembali.
Aku belum bisa. Aku belum bisa berdiri memandangmu tanpa ada
perasaan rindu dalam hatiku. Aku belum bisa mendengar namamu tanpa muncul
debaran kencang dalam hatiku. Meskipun aku tahu rasanya sesakit apa, saat kau
dengan mantapnya meninggalkanku. Aku tahu seperih apa saat melihatmu
menggandeng mesra tangannya kala itu. Aku tahu, rasanya kau campakan secara
terang-terangan di semua hal. Aku tahu segala kesakitan itu dan aku masih saja
belum bisa tidak menyukaimu.
Entah ini ada kaitannya atau tidak dengan harga diri atau
tidak. Aku juga tidak mengerti apakah ini ada urusannya dengan tingkat
kedewasaanku. Namun yang aku tahu pasti hanya satu. Aku masih selalu
menyukaimu. Seberapapun aku mencoba berhenti, sekeras apapun aku ingin segera
menyudahi, tapi perasaan ini tetap tidak mau peduli. Perasaan ini selalu kembali,
kembali menyukaimu berkali-kali. Lalu kembali tersakiti lagi.
Lelah? Ya, aku lelah memberitahu diriku sendiri untuk segera
menyelesaikan urusan kita berdua. Aku sudah membuang banyak tenaga untuk
mengeluarkanmu dari isi kepala. Aku iri denganmu yang bisa begitu cepat
berpaling dariku. Aku juga menginginkan kebebasan seperti itu. Aku juga ingin
kembali mencintai tanpa harus terbayang-bayang semua tentang dirimu, kisah
kita. sepertimu...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar