Selasa, 03 Januari 2017

sepertimu...

Aku iri pada mereka yang bisa menahan diri untuk tidak memasuki masa lalu lagi. Aku ingin seperti mereka yang bisa gigih menolak kedatangan seseorang kembali. Aku ingin bisa berjalan lurus ke depan tanpa menoleh padamu lagi. Aku berandai-andai bisa kembali menatapmu tanpa hatiku berdebar-debar kembali.

Aku belum bisa. Aku belum bisa berdiri memandangmu tanpa ada perasaan rindu dalam hatiku. Aku belum bisa mendengar namamu tanpa muncul debaran kencang dalam hatiku. Meskipun aku tahu rasanya sesakit apa, saat kau dengan mantapnya meninggalkanku. Aku tahu seperih apa saat melihatmu menggandeng mesra tangannya kala itu. Aku tahu, rasanya kau campakan secara terang-terangan di semua hal. Aku tahu segala kesakitan itu dan aku masih saja belum bisa tidak menyukaimu. 

Entah ini ada kaitannya atau tidak dengan harga diri atau tidak. Aku juga tidak mengerti apakah ini ada urusannya dengan tingkat kedewasaanku. Namun yang aku tahu pasti hanya satu. Aku masih selalu menyukaimu. Seberapapun aku mencoba berhenti, sekeras apapun aku ingin segera menyudahi, tapi perasaan ini tetap tidak mau peduli. Perasaan ini selalu kembali, kembali menyukaimu berkali-kali. Lalu kembali tersakiti lagi. 

Lelah? Ya, aku lelah memberitahu diriku sendiri untuk segera menyelesaikan urusan kita berdua. Aku sudah membuang banyak tenaga untuk mengeluarkanmu dari isi kepala. Aku iri denganmu yang bisa begitu cepat berpaling dariku. Aku juga menginginkan kebebasan seperti itu. Aku juga ingin kembali mencintai tanpa harus terbayang-bayang semua tentang dirimu, kisah kita. sepertimu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar