BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pendahuluan
Mikologi
berasal dari bahasa Yunani yaitu mykes
yang berarti jamur dan logos yang
berarti ilmu. Dalam Bahasa Indonesia, jamur memiliki beberapa arti yang hampir
sama dan berkaitan:
1. Jamur adalah tubuh buah yang tampak di permukaan
media tumbuh dari sekelompok fungi (Basidiomycota) yang berbentuk seperti
payung, terdiri dari bagian yang tegak dan bagian yang mendatar atau membulat.
2. Jamur adalah keseluruhan bagian dari fungi: tubuh
buah, dan bagian jaring-jaring dibawah permukaan tanah atau media mycelia yang tersusun dari berkas-berkas
hifa.
3. Jamur adalah sebutan lain untuk kapang.
Menurut
Hawksworth (1991) diperkirakan ada sekitar 1,5 juta jenis jamur di dunia.
Sampai saat ini, hanya sekitar 7-10% (105.000-150.000) yang telah
diidentifikasi. Indonesia diperkirakan memiliki potensi kekayaan jamur sekitar
180.000-240.000 jenis (12-16%). Sayangnya, hanya kurang dari 5.000 jenis yang
sudah diidentifikasi (sumber: Warta Kita-Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Edisi
Januari 2010).
1.2
Ciri-ciri Jamur
1.
Fungi
(jamur) adalah organisme eukariotik
(sel-sel sudah memiliki membran inti sel).
2.
Sel
jamur memiliki dinding yang tersusun atas kitin (polimer karbohidrat) dan glukan serta sebagian kecil terdiri dari selulosa
atau kitosan. Kitin berfungsi memberi bentuk dan menyokong sel-sel jamur.
3.
Karena
tidak berklorofil, jamur temasuk ke dalam makhluk hidup heterotof (memperoleh
makanan dari organisme lainnya), dalam hal ini jamur hidup dengan jalan
menguraikan bahan-bahan organik yang ada di lingkungannya. Jamur memperoleh zat-zat makanan (nutrisi) dengan cara
menyerap (absorpsi) senyawa-senyawa organik sederhana dari lingungan atau
substratnya.
4.
Dapat
membentuk spora.
5.
Sifat
hidup jamur :
a.
Saprofit,
sebagai organisme yang saprofit fungi hidup dari benda-benda atau
bahan-bahan organik yang mati dengan cara menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan
hewan yang kompleks menjadi bahan yang lebih sederhana. Hasil penguraian ini
kemudian dikembalikan ke tanah sehingga dapat menyuburkan tanah. Sebagian besar jamur saprofit
mengeluarkan enzim hidrolase pada substrat makanan untuk mendekomposisi molekul
kompleks menjadi molekul sederhana sehingga mudah diserap oleh hifa. Selain
itu, hifa dapat juga langsung menyerap bahan-bahan organik dalam bentuk sederhana
yang dikeluarkan oleh inangnya. Contohnya adalah Murcor mucedo (Zygomycota), hidup sebagai saprofit pada sisa tumbuhan dan hewan dan jamur kuping (Auricularia polytricha) yang hidup di
kayu lapuk.
b.
Parasit,
yaitu jamur yang menyerap makanan dari organisme
yang ditumpanginya. Sifat parasit ini masih dapat dibedakan lagi menjadi
parasit obligat dan parasit fakultatif. Jamur parasit obligat adalah jamur yang hanya bisa hidup
sebagai parasit. Bila ia berada di luar inangnya, maka ia akan mati. Contohnya
adalah Pneumonia carinii (parasit pada paru-paru penderita
AIDS), Epidermophyton foocosum (penyebab penyakit kaki atlet), dan Ustilago maydis (jamur parasit pada tanaman
jagung). Sedangkan jamur parasit fakultatif adalah jamur yang di samping hidup
parasit, ia juga bisa hidup sebagai saprofit. Jamur tersebut akan bersifat
parasit ketika mendapatkan hospes.
c.
Simbion,
simbiosis jamur dengan
laga menghasilkan liken atau lumut kerak, sedangkan simbiosis hifa jamur dengan
akar tumbuhan konifer menghasilkan mikoriza.
6.
Kegunaan
jamur :
a)
Dekomposer,
contohnya adalah Higroporus dan Lycoperdon perlatum.
b)
Makanan, misalnya Volvariella volvacea (jamur merang) berguna sebagai
bahan pangan berprotein tinggi, Auricularia
polytrica (jamur kuping), dan Pleorotus
ostreatus (jamur tiram).
c)
Antibiotik,
contohnya yaitu Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum yang berguna sebagai penghasil antibiotik.
d)
Imunomodulator,
contohnya yaitu jamur
tiram (Pleurotus ostreatus), jamur shiitake (Lentinus edodes),
jamur kuping (Auricularia auricula), dan jamur merang (Volvaria
volvaceae).
7.
Sebagian besar
jamur merupakan organisme bersel banyak (multiselular) salah satu contohnya
yaitu jamur merang (Volvariella volvaceae). Tetapi ada juga jamur yang merupakan
bersel tunggal (uniselular) contohnya yaitu jamur ragi (Saccharomyces sp.).
8.
Jamur
ada yang berukuran mikroskopis dan ada pula yang makroskopis. Tubuh jamur mikroskopis
hanya terdiri atas satu sel (uniseluler), sedangkan tubuh jamur makroskopis
terdiri atas banyak sel (multiseluler). Jamur makroskopis dapat dilihat dengan
mata secara langsung, misalnya jamur merang (Volvariella volvacea), jamur kuping (Auricularia polytricha), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae). Jamur mikroskopis, misalnya Saccharomyces sp., Rhodotorula, dan Candida sp. Jamur jenis ini
banyak ditemukan dalam tubuh manusia, seperti ditemukannya Candida sp. yang menyebabkan kandidiasis atau kandidosis pada
manusia yang menyerang kulit, kuku, selaput lendir, dan alat dalam.
2.3 Anatomi dan Morfologi Jamur
Berdasarkan
morfologinya, jamur dibagi menjadi 2 yaitu: khamir
(Yeast) dan kapang (Mold).
a.
Khamir.
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan
secara pertunasan. Khamir beragam ukurannya, antara 1-5 μm lebarnya dan
panjangnya 5-30 μm atau lebih. Berbentuk
bulat, lonjong, atau memanjang, yang berkembangbiak dengan membentuk tunas dan
membentuk koloni yang basah dan berlendir.
(1)
Khamir Murni
Khamir yang berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan
askospora yang diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces
cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp).
(2)
Khamir Liar
Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulit anggur.
Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang
diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih
enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada di kulit anggur
dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah
dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk
memfermentasi air perasan anggur.
(3)
Khamir Atas
Khamir murni yang memproduksi gas dengan cepat saat
fermentasi, sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir
yang digunakan dalam pembuatan roti, minuman anggur, dan bir inggris (Saccharomyces cereviceae).
(4)
Khamir Dasar
Khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban
pada awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur
terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis).
(5)
Khamir Palsu atau Torulae
Khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal
tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi
medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans).
b. Kapang
Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri
dari 2 bagian, yaitu miselium dan spora. Miselium merupakan kumpulan beberapa
filamen yang dinamakan hifa. Koloninya
menyerupai kapas atau padat. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm.
Hifa terdiri dari :
ü Tabung => protoplasma dan dinding sel.
ü Tonjolan di ujung sebagai daerah pertumbuhan. Pada ujung batang hifa mengandung spora
aseksual yang disebut konidia. Konidia tersebut berwarna hitam, biru kehijauan,
merah, kuning, dan cokelat. Konidia yang menempel pada ujung hifa seperti
serbuk dan dapat menyebar ke tanah dengan bantuan angin.
ü Di dalam protoplasma terdapat struktur septa.

Hifa berdasarkan bentuknya :
1. Aseptat atau senositik, hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau
septum. Memiliki sel yang
panjang sehingga sitoplasma dan organel-organelnya dapat bergerak bebas dari
satu daerah ke daerah lainnya dan setiap elemen hifa dapat memiliki beberapa
nukleus. Tipe ini terdapat pada jamur divisi Zygomycota misalnya pada Rhizopus oryzae dan Mucor mucedo.
2. Septat dengan sel-sel uninukleat, adalah hifa yang disusun oleh
sel-sel berinti tunggal dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi
ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki satu inti sel. Meskipun demikian,
inti sel dan sitoplasma dari ruang yang satu dapat berpindah ke ruang
lainnya. Hal ini dimungkinkan oleh adanya pori pada sekat-sekat tersebut.
Hifa tipe ini dapat dijumpai misalnya pada Puccinia graminis.
3. Septat dengan sel-sel multinukleat, adalah hifa yang disusun oleh
sel-sel berinti banyak dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi
ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki inti sel lebih dari satu. Nectria cinnabarina merupakan contoh jamur yang
memiliki tipe hifa seperti ini.

Hifa
berdasarkan fungsinya :
1)
Hifa
produktif, hifa ini berfungsi untuk membentuk alat-alat reproduksi seperti
konidiaspora,konidiofora dan lain-lain.
2)
Hifa
vegetatif, hifa vegetatif menuju kearah substrat (kebawah).Hifa ini berfungsi
untuk mengambil zat-zat makanan.
3) Hifa udara, menuju kearah udara (keatas)
hifa ini berfungsi untuk pengambilan oksigen
2.4 Reproduksi pada
jamur (fungi)
Jamur dapat berkembang biak secara
vegetatif (aseksual) dan generatif (seksual). Reproduksi
aseksual pada jamur dapat terjadi dengan beberapa cara, antara lain membentuk
tunas atau budding (pada jamur uniseluer), fragmentasi misellium, atau
membentuk spora. Spora aseksual disebut talospora
yaitu spora yang dibentuk dari hifa reproduktif.. Ada beberapa
macam spora aseksual, di antaranya seperti berikut :
1.
Blastospora, yaitu spora berbentuk tunas pada permukaan sel, ujung hifa semu, atau
pada sekat (septum) hifa semu.Contoh: Candida.
Blastospora, yaitu spora berbentuk tunas pada permukaan sel, ujung hifa semu, atau
pada sekat (septum) hifa semu.Contoh: Candida.
2.
Artrospora
yaitu spora yang ddibentuk langsung dari hifa dengan banyak septum yang
kemudian mengadakan fragmentasi sehingga hifa tersebut terbagi menjadi banyak
artrospora yang berdinding tebal. Contoh: Oidiodendrom dan Geotrichum.
Artrospora
yaitu spora yang ddibentuk langsung dari hifa dengan banyak septum yang
kemudian mengadakan fragmentasi sehingga hifa tersebut terbagi menjadi banyak
artrospora yang berdinding tebal. Contoh: Oidiodendrom dan Geotrichum.
3.
Klamidospora, yaitu spora yang dibentuk pada hifa di ujung, tengah, atau menonjol ke lateral. Sangat tahan terhadap kondisi buruk karena spora ini memiliki dinding sel yang
sangat tebal. Contoh: Dermatofita.
Klamidospora, yaitu spora yang dibentuk pada hifa di ujung, tengah, atau menonjol ke lateral. Sangat tahan terhadap kondisi buruk karena spora ini memiliki dinding sel yang
sangat tebal. Contoh: Dermatofita.
4.
Sporangiospora, yaitu spora bersel satu yang terbentuk di
dalam ujung kantung hifa yang disebut
sporangium. Contoh: Rhizopus,
Mucor, Absidia.
Sporangiospora, yaitu spora bersel satu yang terbentuk di
dalam ujung kantung hifa yang disebut
sporangium. Contoh: Rhizopus,
Mucor, Absidia.
5.
Konidia, yaitu spora yang dibentuk di ujung sterigma bentuk fialid. Sterigma dibentuk
di atas konidiofora. Konidium berbentuk seperti rantai. Contoh: Penicillium, Aspergillus.
Konidia, yaitu spora yang dibentuk di ujung sterigma bentuk fialid. Sterigma dibentuk
di atas konidiofora. Konidium berbentuk seperti rantai. Contoh: Penicillium, Aspergillus.
6. Aleuriospoa
yaitu spora yang dibentuk pada ujung atau sisi konidiospora (hifa khusus).
Aleuriospora ini ada yang uniselulear dan kecil disebut (mikro aleuriospora)
dan ada yang multiseluler, besar ata panjang (mikro aleuriospora). Contoh Fusarium, Curvularia, dermatofita.
Gambar macam - macam spora aseksual sebagai
berikut.
Perkembang biakan secara seksual,
dilakukan dengan pembentukan spora seksual dan peleburan gamet (sel seksual).
Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual, yaitu tipe kelamin +
(jantan) dan tipe kelamin – (betina). Peleburan gamet terjadi antara 2 tipe
kelamin yang berbeda. Proses reproduksi secara seksual dibagi
menjadi 3 tingkatan, yaitu: (a) plasmogami yaitu
meleburnya 2 plasma sel, (b) kariogami yaitu meleburnya 2 inti haploid yang
menghasilkan satu inti diploid, dan (c) meiosis yaitu pembelahan reduksi yang
menghasilkan inti haploid. Jenis spora seksual jamur pun bermacam-macam,
yaitu sebagai berikut:
a.
Zigospora, yaitu spora yang dibentuk dari fusi
(penggabungan) dua hifa yang sejenis membentuk zigot dan di dalam zigot
terbentuk zigospora.
Zigospora, yaitu spora yang dibentuk dari fusi
(penggabungan) dua hifa yang sejenis membentuk zigot dan di dalam zigot
terbentuk zigospora.
b.
Oospora, yaitu spora yang dibentuk dari dua hifa yang
tidak sejenis (anteridium dan oogonium).
Oospora, yaitu spora yang dibentuk dari dua hifa yang
tidak sejenis (anteridium dan oogonium).
c.
Askospora, yaitu spora yang dibentuk di dalam askus
sebagai hasil penggabungan (fusi) dua sel atau dua jenis hifa.
Askospora, yaitu spora yang dibentuk di dalam askus
sebagai hasil penggabungan (fusi) dua sel atau dua jenis hifa.
d.
Basidiospora, yaitu spora yang dibentuk pada basidium
sebagai hasil penggabungan dua jenis hifa
Basidiospora, yaitu spora yang dibentuk pada basidium
sebagai hasil penggabungan dua jenis hifa
2.5
Habitat Jamur
Berbagai fungi hidup
di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa
organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula
jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di
laut atau air tawar. Fungi juga dapat hidup di lingkungan asam,
misalnya pada buah yang asam, atau pada lingkungan dengan konsentrasi
gula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, fungi yang hidup
bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim
dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun,
gunung salju, dan di kutub. Jenis fungi lainnya juga dijumpai
hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Klasifikasi Jamur
a. Berdasarkan struktur tubuh dan cara
reproduksi
Berdasarkan
cara berkembangbiaknya, dibedakan menjadi 4 divisi yakni:
1. Ascomycota
2. Zigomycota
3. Basidiomycota
dan
4. Deuteromycota
1.
Ascomycota
(Jamur Askus)

Hasil penyatuan secara seksual dari
kantong atau askus yang mengandung bentuk meiotik seperti 408 spora
(askospora).spora aseksual (konedia) lahir secara eksternal pada ujung ujung
hifa. Contohnya : Trychopyton
(Arthroderma), Microsporum (Nannizia), Blastomyces (Ajellomyces)
Ascomycota adalah filum/difisi dari
fungi.hidup secara parasit atau saprofit.fungi yang hidup sebagai parasit, dapat
menimbulkan penyakit yang sangat merugikan seperti pada tanaman tembakau,
pepaya, karet, teh, coklat, dan padi. Sedangkan fungi saprofit hidup pada bahan
makanan atau sampah. Kelompok ini merupakan kelompok terbesar yang meliputi
3.250 genera dan mencakup 32.250 spesies .
Ciri ciri umum
Ascomycota
1. Tubuh
ada yang uniseluler dan multiseluler.
2. Memiliki
hifa yang bersekat sekat dan berinti banyak.
3. Tubuh
ada yang uniseluler (tidak berhifa sesungguhnya) dan ada yang seluler (memilik
hifa sesungguhnya).
4. Hidupnya
ada yang parasit, saprofit ada yang bersimbiosis dengan ganggang membentuk
lichenes (lumut kerak).
Morfologi dan Anatomi
Ascomycota
Hifa Ascomycota umumnya tegak pada
miselium yang ada di permukaan substrat disebut Hifa Fertil karena berperan
untuk reproduksi. Hifa fertil dapat berupa sporangiofor, konidiofor, atau
karpus dengan tujuan agar penyebaran sel sel reproduksi yang dibawanya
berlangsung lebih mudah. Hifa-hifa yang sudah menjalin jaringan satu miselium, makin
lama makin tebal membentuk koloni yang dapat dilihat kasat mata. Hifa terdiri
dari :
1.
Tabung – protoplasma dan dinding sel
2.
Tonjolan diujung sebagai daerah
pertumbuhan
3.
Di dalam protoplasma terdapat struktur
septa


Struktur dinding sel
Ascomycota
Dinding sel memberikan bentuk dan
melindungi isi sel dari lingkungan. Dinding sel bersifat permeabel dan komponen
penting dalam dinding sel adalah kitin.
Septum Ascomycota
Septum adalah suatu sekat yang membagi
hifa menjadi kompartemen kompartemen. Septum Ascomycota mengalami pembengkakan
disekeliling pori membentuk cincin besar. Selanjutnya akan menonjol pembentukan
suatu tudung yang tebal dan menutupi pembengkakan septum dan pori. Tudung ini
terbentuk dari retikulum endoplasma (alexopoulus et.al., 1996 ;
Moore-Landecker,1996;Carlie dan Watkison,1994;Indrawati 19)
Metabolisme pada
Ascomycota
Metabolisme merupakan
proses kimia dalam organisme hidup untuk memperoleh dan menggunakan energi.
Pada metabolisme Ascomycota menurut Indrawati,Ascomycota mengalami metabolisme
karbohidrat ,yaitu metabolisme fungi yang diawali dengan transpor. Transpor
monosakarida melalui membran dilakukan oleh suatu protein transpor
spesifik,yaitu permease (Flores et
al.2000). metabolisme ini terjadi pada fungin S.cereveciae. Selain itu,pada
Ascomycota juga terjadi metabolisme asam nukleat dengan menggunakan basa purin
dan pirimidin bervariasi pada khamir. S. Cereveciae tumbuh baik pada medium
mengandung allatonin,asam allatonin
Reproduksi Ascomycota
Ascomycota berkembang biak secara
seksual(menghasilkan spora) dan aseksual.
a. Reproduksi
Seksual
1. Mula
mula hifa berbeda jenis berdekatan.
2. Hifa
betina membentuk askogonium ,hifa jantan membentuk anteridium masing masing
berinti haploid.
3. Dari
askogonium tumbuh trikogin,yakni saluran penghubung antara askogonium dan
anteridium.
4. Melalui
trikogen anteridium pindah masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami
(penyatuan sitoplasma sel dari dua individu sel ).
5. Askogonium
tumbuh membentuk sejumlah hifa yang dikarion.pertumbuhan terjadi karena
pembelahan antara inti inti tapi tetap
berpasangan.
6. Pada
Ascomycota yang memiliki badan buah,kumpulan hifa Askogonium yang dikariotik
ini membentuk jalinan kompak yang disebut askorap dan membentuk inti haploid
dikariotik.
7. Dalam
askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid.
8. Dalam
askus terdapat 8 spora.spora terbentuk dalamaskus,disebut sporaaskus.
Sporaaskus dapat tersebar oleh angin,sehingga apabila jatuh di tempat yang
tepat, spora akan tumbuh menjadi benang hifa baru.
b. Reproduksi Aseksual
Reproduksi aseksual dilakukan dengan
kuncup, kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. Kadang kuncup
tepat melekat pada induk sel membentuk rantai sel yang disebut hifa semu atau
pseudohifa.

Peranan Ascomycota
dalam Kehidupan Sehari – hari
Beberapa Ascomycota yang menguntungkan
dalam kehidupan sehari hari :
1. Khamir
(ragi roti)-Saccharomyces cereviceae.
Untuk pembuatan roti dan minuman beralkohol, mengubah glukosa menjadi alkohol
dan CO2 dengan proses fermentasi.
2. Digunakan
dalam kuliner – Tuber magnatum.
3. Pembuatan
anggur/ragi anggur-S.ellipsodeus
4. Pembuatan
tuak dari air nira –S.tuac
5. Pembuatan
oncom –Neurospora sitophila
6. Penghasil
zat antibiotik –Penicillium notatum dan
P. Chrysogenum
7. Membuat
kecap- Aspergillus wentii
Adapun
beberapa Ascomycota yang merugikan, antara lain :`
1. penyebab
penyakit ergot pada tanaman gandum-Clavisceps
purpurea
2. penyakit
pada saluran pernapasan unggas – Aspergillus
fumigates
3. penyebab
penyakit kanker hati-Aspergillus flavus
2. Zigomycota
Zigomycota merupakan filum dari fungi
yang bersifat polifiletik. Miselium biasanya tidak bersekat,spora seksual
dihasilkan dengan jumlah tidak terbatas di dalam sporangium. Hasil penyatuan
sel spora pada zogospora.contohnya : Rhizopus
nigrans
Morfologi dan Anatomi
Zigomycota
Zigomycota bersifat pokifatik, memiliki
dua kelas yakni zygomycetes dan Trichomycetes.
1. Zygomycetes,
fungi heterotof, parasit, dan saprofit pada tanaman. Menghasilkan zigospora
berdinding tebal pada reproduksi seksual dan aseksual menghasilkan sporangium.
Sporangium berisi sporangiospora dan sporangium kecil disebut sporangiola.
2. Trychomycetes,
hidup di darat dan dalam tanah / pada tumbuhan dan hewan yang membusuk.bersifat
saprofitik atau haustorial, atau parasitnon haustarial pada hewan dan tanaman
fungi. Miselium bersimbion dalam usus atau daerah anal dari arthropoda, ciri
umumnya:
a) Habitat
di darat,dalam tanah ataupun hewan yang membusuk
b) Terdiri
dari fungi hterotrof
c) Bersifat
saprofit dan parasit
d) Miselium
bercabang banyak dan hifa tidak bersekat,sehingga terlihat seperti pipa atau
buluh
e) Mempunyai
hifa senositik
f) Beberapa
mempunyai rhizoid dan stolon
g) Jumlah
kromosom haploid
h) Komponen
utama dinding sel chitin/chitosan
i) Berkembang
biak secaraseksual-spora
j) Berkembang
biak secara aseksual – gametangiogami
Struktur tubuh
Zigomycota
Struktur
tubuh yang dimiliki Zigomycota, yakni:
a)
Dinding sel mengandung kitin
b)
Terdiri dari benang-benang hifa yang
bersekat
c)
Memiliki miselium bercabang banyak
d)
Hifa bersifat senositik
e)
Beberapa memiliki stolon ,hifa yang
membentuk jaringan pada permukaan sekat
Metabolisme Zigomycota
Metabolisme
Zigomycota terjadi dalam 2 jalur,yakni
1. Jalur
EM (Embden-Mayerhof) jalur utama untuk menghasilkan energi. Dimulai dari gula 6
(c6),misalnya glukosa –fosforilasi-fruktosa(-1,-6 difosfat) memakai energi 2
ATP-menjadi 2 enyawa berkarbon 3-2 molekul asam piruvat-menghasilkan 4ATP
2. Jalur
PP(Penthosa-Phospat) untik keperluan biosintesis,intermediet ribosa-5-fosfat
untuk sintesis asam nukleat,dan eritrose-4-fosfat untuk sintesis asam amino
aromatic
Kedua
jalur menghasilkan produk sama yakni, gliseraldehid-3-fosfat
Reproduksi Zigomycota
Reproduksi Zigomycota terjadi
perkembangbiakan secara seksual. Berikut penjelasannya:
a)
Hifa dari talus positif dan negatif
berdekatan,kemudian tumbuh gametangium
b)
Bakal gametangium berubah menjadi
gametangium
c)
Dinding gametangium pecah.inti positif
dan negatif bergabung menjadi haploid
d)
Zigospora tumbuh,dinding menebal menjadi
hitam
e)
Inti membelah secara meiosis
f)
Setelah lama istirahat,spora akan tumbuh
apabila ada substrat yang cocok
g)
Jika sporangium matang,maka dindingnya
akan robek dan spora akan tersebar menghasilkan spora negatif atau positif
menghasilkan mesilium baru.

Peranan Zigomycota
dalam Kehidupan Sehari-hari
Keuntungan
yang dapat diambil dari Zigomycota antara lain:
a)
dekomposer dalam tanah dan kotoran-Mucor mucedo
b)
agen penyakit tanaman-Choanephora cucurbitarium
c)
pembuatan tempe-Rhizopus oligasporus
d)
menghasilkan asam fumarat,pemasak buah-Rhizopus nigricans
Kerugian
yang ditimbulkan dari Zigomycota antara lain:
a)
menghasilkan asam laktat- Rhizopus nodusus
b)
parasit pada anggur-Plasmospora viticola
3. Basidiomycota

Hasil penyatuan secara seksual
padapembentukan sebuah organ bentuk tongkat yang disebut basidium. Pada
permukaan lahir empat bentuk meiotik (basidiospora)spora aseksual (konidia)
lahir secara eksternal pada ujung ujung hifa.contohnya: Cryptococcus neoformans.
Morfologi dan Anatomi
Basidiomycota
Takson
dari kingdom fungi yang memproduksi spora dalam bentuk kubus (basidium), berukuran
besar namun ada juga yang berukuran kecil. Basidiomycota dibagi menjadi : homobasidiomycota/jamur yang
sebenarnya dan heterobasidiomycota. Basidiomycota adalah jamur multiseluler
yang hifanya bersekat terdapat dalam substrat. Tubuh buah pada basidiomycota
disebut basidiokarp. Pada bagian buah tudung basidiokarp terdapat lembaran
lembaran/bilah, pada bagian ini terbentuk banyak basidium yang akan menghasilkan
spora. Basidiomycota terdiri dari kumpulan benang miselium berkelompok yang
membentuk tubuh jamur. Tubuh berupa buah,hasil perkembangan zigot. Zigot
dihasilkan dari perkawinan hifa positif dan negatif.
Reproduksi Basidiomycota
Reproduksi
Basidiomycota, yakni:
a)
Hifa positif dan negatif berkecambah
dari bisidiospora
b)
Terjadi plasmogami antara hifa positif
dan negatif
c)
Hifa haploid dikariotik akan tumbuh
menjadi miselium haploid dikariotik
d)
Miselium dikariotik tumbuh menjadi basidiokarp
e)
Pada ujung ujung basidiokarp berinti
diploid(2n)
f)
Inti diploid membelah secara meiosis
menjadi 4 inti sel(n)
g)
Basidium membentuk sterigma
h)
Inti haploid masuk pada basidium
membentuk basidiospora
i)
Basidiospora terlepas dari basidium
jatuh pada tempat yang sesuai, tumbuh jadi hifa haploid
Peranan
Basidiomycota dalam kehidupan
Sehari-Hari
Berikut
peranan dari Basidiomycota :
1. Keuntungan
a) Sebagai
konsumsi –jamur kuping(Auriculariapolytrichia),jamur
merang (Volvariella volvacea)
b) obat/makanan
suplemen-jamur kayu (Gonoderma)
c) penghambat
pertumbuhan tumor dan kanker -jamur shintake
d) pencegah
hipertensi,mencegah kanker dan mengandung lovastatin(penurun kolesterol)
2. Kerugian
a)
parasit pada kacang tanah-Puccinia arachnidis
b)
parasit pada jagung-Ustilago maydis
c)
menyebabkan halusinasi-Amanita muscaria
d)
mematikan jika dimakan-Amanita ocreata dan Amanita phalloides
4.Deuteromycota

Bukan kelompok filogenetik sebenarnya
tetapi lebih kepada kelas buatan yang sementara ditempati yang proses
seksualnya belum teramati.kebanyakan bfungi jenis ini memiliki askomises secara
morfologi.contoh spesies Epidermophyton,Sporothrix,Candida Fungi kelas
deuteromyces disebut juga fungi anamorf,fungi imperfecti ,fungi konidial yakni
merupakan fungi tidak sempurna karena jamurini tidakmempunyai fase reproduksi
secara generatif atau seksual,akan tetapi hanya fase vegetatif saja yang dapat
membentuk konidia.
Morfologi dan Anatomi
Deuteromycota
Deuteromycetes
memiliki ciri ciri :
a)
Disebut jamur tidak sempurna (fungi
imperfecti)
b)
Reproduksi generatif belum diketahui
c)
Memiliki hifa yang bersekat
d)
Dinding sel terbuat darikitin
e)
Sebagaian besar patogen pada manusia
f)
Ada sekitar 25.000 yang telah
diklasifikasikan kedalam Deuteromycota. Morfologi khas dari kelas ini adalah
struktur reproduksinya yang berupa konidia,sekitar 17.000 spesiesnya
bereproduksi dengan konidia.mereka dikelompokkan berdasarkan warna dan struktur
konidia.sebagaian dari kelompok inimerupakan stadium anamorf dari kelas
Ascomycota dan Basidiomycota.
Metabolisme Deuteromycota
Jamur ini merupakan organisme anaerob
fakultatif yang mampu melakukan metabolisme sel, baik dalam suasana aerob
maupun anaerob.proses fermentasi pada Candida
albicans dilakukan dalam suasana aerob dan anaerob. Karbohidrat dapat
dimanfaatkan untuk mengubah CO2 dan H2) dalam suasana aerob. Sedangkan dalam
suasana anaerob hasil fermentasi berupa asam laktat /etanol dan CO2. Hasil
akhir anaerob-persediaan bahan bakar untuk oksidasi pernafasan.
Reproduksi
Deuteromycota
Reproduksi secara aseksual membentuk karpus
yang didalamnya mengandung hifa fertil menghasilkan spora atau konidia. Reproduksi
aseksual berlangsung secara konidiogenesis/sporogenesis. Pembentukan
konidium/spora terjadi secara blastik/talik. Konidium yang terbentuk secara
blastik disebut holoblastik (bagian hifa diujung membengkak, menggelembung
membentuk sel melepaskan diri dari hifa). Sedangkan dengan cara talik disebut
holotalik (seluruh sel di ujung hifa membentuk konidium yang melepaskan diri
pada bagian septum). Ada juga yamg holoartik yaitu, ujung hifa terputus menjadi
beberapa segmen, nantinya tumbuh menjadi hifa baru. Pembentukan lain adalah
enterotaltik yakni, hifa yang telah terbagi menjadi segmen-segmen, melepaskan
diri dari hifa dan tumbuh menjadi hifa baru.

Peranan Deuteromycetes
dalam Kehidupan Sehari – Hari
Deuteromycetes
memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
a) menjernihkan
sari buah-Aspergillus niger
b) melunakkan
adonan roti-Aspergillus oryzae
c) pembuatan
kecap,tauco,sake,dan asam oksalat-Aspergillus
wentii
Deuteromycetes memiliki beberapa
kerugian, antara lain:
a) menyebabkan
penyakit aspergillos yang menyerang paru paru-Aspergillus flavus
b) menyerang
saluran pernapasan-Aspergillus fumingatus
b. Berdasarkan
sifat koloni, hifa dan spora yang dibentuk oleh kapang atau khamir, jamur
dibagi menjadi beberapa kelas, yaitu :
a. Actinomycetes
Actinomycetes
tergolong bakteri tetapi karena penyakit yang ditimbulkan mirip dengan beberapa
penyakit jamur, maka secara tradisional dimasukkan dalam mikologi.
b. Myxomycetes
Bentuk
vegetatif dari sel-sel yang motil karena pada stadium lanjut sel-sel tersebut
bergabung membentuk bagian-bagian yang mirip sporulasi jamur, maka kelas ini
digolongkan dalam mikologi.
c.
Chytridiomycetes
Kapang
dari kelas tersebut mempunyai hifa senositik. Salah satu spesiesnya adalah Rhinosporidium seebereri (pathogen pada manusia)
d.
Zygomycetes
Kelas
kapang ini mempunyai hifa senositik. Genus dari ordo mocorales yang termasuk
kelas zhigomycetes yaitu : Mucor, Rhizopus, Absidia, Mortierella, dan
Cunninghamella menyebabkan mikosis pada manusia dan beberapa jenis binatang
e. Ascomycetes
Kapang
dari kelas ini membentuk Askospora dalam askus. Meskipun sebagian besar
merupakan saprofit
atau penyabab penyakit tumbuh-tumbuhan, penyebab penyakit jamur sistemik pada
manusia juga termasuk dalam kelas ini.
f.
Basidiomycetes
Kapang
dari kelas ini membentuk basidiospora. Salah satu jenis jamur patogen yang
penting bagi manusia adalah Filobasidiella
neoformans.
3.2 Jamur yang
Patogen pada Manusia
Mikosis
Mikosis
adalah infeksi jamur dari hewan, termasuk manusia. Mikosis yang umum dan
berbagai kondisi lingkungan dan fisiologis dapat berkontribusi terhadap
perkembangan penyakit jamur. Menghirup jamur spora atau kolonisasi lokal
dari kulit dapat memulai infeksi persisten. Oleh karena
itu, mikosis sering dimulai pada paru-paru atau pada kulit. Infeksi jamur pada kulit
adalah penyakit yang paling umum ke - 4 tahun 2010 mempengaruhi 984.000.000
orang.
1. Penyebab
Orang-orang
beradaptasi dari sikoinfeksi jamur saat mereka mengambil kuat antibiotik untuk
jangka waktu yang panjang karena antibiotik membunuh dan tidak hanya merusak
bakteri, tapi bakteri sehat juga. Ini mengubah keseimbangan mikroorganisme
dalam mulut vagina, usus dan tempat-tempat lain dalam tubuh, dan menghasilkan
pertumbuhan berlebih dari jamur. Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah,
orang di bawah steroid perawatan, dan orang yang kemoterapi juga berisiko terkena infeksi jamur.
2.
Klasifikasi
a. Mikosis Superfisial
Mikosis superfisial terbatas pada lapisan terluar kulit dan rambut. Contoh dari infeksi jamur tersebut adalah Tineaversicolor (panu), infeksi jamur yang umum
mempengaruhi kulit orang muda, terutama dada, punggung, dan lengan atas
dan kaki. Tineaversikolor disebabkan oleh jamur yang
hidup di kulit beberapa orang dewasa. Jamur ini menghasilkan bintik-bintik
coklat kemerahan. Mikosis superficial dibagi menjadi 2 yaitu:
Ø yang disebabkan
oleh jamur bukan golongan Dermatofita yaitu Pitiriasis versikolor, Tinea versicolor, Otomikosis,
Piedra hitam, Piedra putih, Onikomikosis, dan Tinea nigrapalmaris
Ø yang
disebabkan oleh janur golongan dermatofita yang disebut Dermatofitosis.
Dermatofitosis adalah mikosis superfisialis pada jaringan yang mengandung zat
tanduk keratin, yakni kuku, rambut, dan kulit. Contohnya yaitu Tinea kapitis, Tinea Korporis, Tinea
imbrikata, Tinea favosa,Tinea pedis, Tinea barbae, dan Tinea kruris.
b. Mikosis Dalam
(profunda)
Mikosos profunda
adalah penyakit
jamur yang mengenai alat dalam. Dalam situasi yang tepat jamur
memasuki tubuh melalui paru-paru, luka, menyebar dari
permukaan kulit, atau alat dalam lain.
Mikosis subkutis contoh-contohnya yaitu :
1)
Misetoma
Misetoma adalah infeksi jamur kronik pada
jaringan dibawah kulit , yang dapat
meluas sampai ke fasia dan tulang-tulang dengan menimbulkan kelainan-kelainan
berupa pembengkakan krusis di sertai deformitas daru alat-alat yang di serang .
Daerah yang di serang adalah telapak kaki,tangan,pergelangan kaki, tangan, dan
lutut.
Gejala
Dan Tanda Misetoma :
1. Pembengkakan pada sinus dan fistel multiple. di dalam
sinus ditemukan butir-butir (granules) yang berpigmen yang kemudian dikeluarkan
berupa cairan.
2. Biasanya merupakan lesi kulit yang berbentuk melingkar
dengan pembengkakan seperti tumor jinak dan disertai butir-butir. Radang dapat
menjalar dari permukaan kulit sampai ke bagian dalam lapisan bawah kulit,
selaput pada otot, dan tulang. Keadaan ini sering berbentuk fistel yang
mengeluarkan cairan.
Pengobatan :
Terapi
terhadap misetoma adalah :
1. Biasanya reseksi radikal, bahkan amputasi
kadang-kadang perlu dipertimbangkan.
2. Bila penyakitnya disebabkan oleh misetoma aktinomikotik
maka obat kombinasi kotrimokasazol dengan streptomisin dapat bermanfaat.
Pengobatan ini memerlukan waktu yang lama yaitu 9 bulan - 1 tahun. Obat-obat
antifungi yang baru misalnya itrakonazol dapat dipertimbangkan untuk misetoma
maduromikotik.
Berdasarkan
penyebabnya , misetoma dibagi 2 jenis , yaitu :
A. misetoma
aktinomikotik,penyebab terdiri dari genus aktinomises,nokardia,dan
streptomises.
B. misetoma
eumikotik, penyebabnya terdiri dari beberapa genus , yaitu spesises
madurella,eleskeria,sefalosporium,fialofora,dan beberapa genus kurfularia.
2) Kromomikosis
Kromomikosis merupakan infeksi lokal
yang menahun pada kulit dan jaringan subkutis orang sehat dan imunokompeten,
yang sering terjadi pada kaki atau tungkai bawah, dengan kelainan khas
berbentuk kutil (verrucous) yang secara lambat tumbuh terus. Kelainan
ini disebabkan oleh beberapa spesies jamur berwarna gelap coklat kehitaman (dematiaceae).
Pengobatan
Penanganan kromomikosis adalah :
1. Itrakonazol
200 mg/hari sampai perbaikan (3 bulan sampai 1 tahun).
2. Flusitosin
150-200 mg/kg BB/hari dibagi 4 dosis.
3.
Terbinafin 250 mg/hari dilaporkan memberi manfaat pada beberapa kasus.
Penyebabnya
q
Penyakit
kulit ini disebabkan oleh jamur golongan Dermatiaceae, yaitu Cladosporium
carionii, Phialophora verrucosa, Fonsecae perdrosoi, dan H.compactum.
q
Jamur hidup sebagai saprofit di tanah dan pada
tumbuh-tumbuhan yang merupakan habitat alaminya.Spora masuk ke kulit melalui
trauma, seperti tertusuk duri atau tergores.Tidak pernah dilaporkan penularan
dari manusia kemanusia atau dari hewan ke manusia.
Sumber Penyakit :
Sumber penyakit berasal dari alam dan terjadi
infeksi melalui trauma.Penyakit tidak ditularkan dari manusia ke manusia dan
belum pernah dilaporkanterjadi pada binatang. Diseminasi dapat terjadi melalui
autoinokulasi, ada jugakemungkinan penyebaran melalui saluran getah bening.
Penyebaran melalui darahdengan terserangnya susunan saraf sentral pernah
dilaporkan.Pengobatannya sulit. Terapi X pernah dilakukan dengan hasil yang
berbeda-beda.Kadang-kadang dapat diperlukan amputasi. Pada kasus lain reseksi
leso mikotik disusuldengan skin graft member hasil yangcukup baik.
Gambar
penyakit Kromomikosis
Mikosis
sistemik karena patogen utama termasuk histoplasmosis, blastomycosis,
coccidioidomycosis dan paracoccidioidomycosis. Mereka disebabkan oleh jamur
dimorfik, yang berarti organisme bisa eksis dalam dua bentuk – sebagai cetakan
(dengan septatehifa dan konidia) di alam dan sebagai bentuk lain (biasanya
ragi) dalam jaringan hidup dan (dengan pengecualianCoccidoideimmitis)
pada 37°C. Setiap patogen memiliki preferensi geografis tertentu. Akuisisi penyakit
biasanya melalui inhalasi jamur penyebab, menyebabkan gejala paru dan
pneumonitis. Sebagian besar infeksi sembuh secara spontan, dan pasien
yang tersisa dengan kuat, imunitasspesifik. Diseminatahistoplasmosis dan
coccidioidomycosis dapat terjadi pada orang yang terinfeksi HIV, seperti dapat
disebarluaskan infeksidengan S.schenckii (dimorfik)
dan Penicilliummarneffei (dimorfikdanoportunistik).
a) Histoplasmosis
Histoplasmosis
disebabkan oleh jamur dimorfik Histoplasmacapsulatum
var. capsulatum.H. capsulatum ditemukan dalam tanah hangat, iklim lembab,
terutama lembah-lembah sungai Mississippi, Ohio, dan St Lawrence di Amerika
Serikat dan Kanada.Dalam disebarluaskan
histoplasmosis, situs yang paling
umum dari keterlibatan (setelah paru-paru) adalah limpa, kelenjar getah bening,
sumsum tulang dan hati ; kalsifikasi dalam kelenjar getah bening, paru-paru dan
limpadapat berfungsi sebagai bukti infeksi sebelumnya. Manifestasikulit
paling sering disebabkan oleh penyakit disebarluaskan.

b) Blastomikosis
Blastomyces
dermatitidis adalah jamur dimorfik dan agen penyebab blastomycosis. Penyakit
ini endemik ke Amerika Utara, terutama lembah-lembah sungai Mississippi dan
Ohio, wilayah Great Lakes dan negara-negara tenggara. Sementara semua usia dan
jenis kelamin dapat dipengaruhi, pria dewasa yang paling mungkin untuk
mengembangkan infeksi sistemik, dan anak-anak lebih mungkin untuk mengembangkan
blastomycosis paru akut dari pada penyakit kronis atau kulit. Tanah
mungkin adalah sumber yang paling penting
dari infeksi. Jumlah lesi dapat bervariasi
dari satu sampai beberapa, dan mereka cenderung terjadi.

c)
Coccidioidomycosis
Coccidioidomycosis disebabkan oleh dimorfik, yang sangat virulen patogen Coccidoideimmitis. Coccidioido
mycosis terjadi terutama di musim panas dan gugur di AS barat daya, utara
Meksiko, dan Amerika Tengah dan Selatan. The arthroconidiadariC. immitis yang terhirup melalui
partikel debu.C immitis dianggap
paling mematikan semua jamur. Arthroconidia menular yang terhirup dan
menyebabkan infeksi paru pada sebagian besar orang yang tinggal di
daerahendemik. Infeksi ini asimtomatik pada sekitar 60% dari individu yang
terkena, sementara sisanya mengalami gejala mirip flu beberapa minggu
setelah paparan. Diseminasi pada kulit dan organ lain dapat terjadi dan
tergantung pada faktor-faktor host (lihat di atas). Jarang, primer hasil
coccidioido mycosis kulit dari inokulasi langsung dari organisme kedalam kulit.

d)
Paracoccidioidomycosis
Paracoccidioidomycosis
disebabkan oleh jamur dimorfik Paracoccidioidesbrasiliensis.
Hal ini endemik ke negara-negara Amerika Tengah dan Selatan dari Brasil,
Argentina, Venezuela, Ekuador dan Kolombia.P.
brasiliensis adalah saprofit dimorfik yang ditemukan di dalam tanah. Penyakit
paru terjadi kemudian dan dapat
diikuti oleh penyebaran pada kulit, membran mukosa, saluran pencernaan, limpa,
kelenjar adrenal dankelenjargetahbening. Paracoccidioido mycosis
memiliki beberapa presentasi klinis yang berbeda dengan berbagai prognosis. Pada
banyak pasien, penyakit paru
utama adalah subklinis keringan. Bila penyakit disebarluas kanprogresif
terjadi, keterlibatan mukokutan sering terlihat. Lesi sering menyakitkan dan
colitis atau verrucous; mereka biasanya ditemukan di wajah dan di hidung
dan mukosa oral.

Patogen Oportunistik
Infeksi mikotik oportunistik dapat
terjadi pada individu dengan imunodefisiensi primer atau sekunder. Di
seluruh dunia, disebarluaskan kandidiasis
dan aspergilosis adalah dua mikosis sistemik yang paling umum pada pasien
neutropenia. Kurang umum, zygomycosis,
phaeohyphomycosis (akibat jamur
berpigmen) dan hyalohyphomycosis (karena berpigmen non-[hialin] jamur; paling
seringfusariosis). Diseminata
histoplasmosis, coccidioidomycosis,
penicilliosis dan kriptokokosis adalah mikosis sistemik terlihat paling sering
pada pengaturan infeksi HIV. Patogen
oportunistik kurang virulen
(dibandingkan dengan patogen benar) dan memberikan kekebalan protektif khusus
untuk mereka yang terinfeksi. Dengan pengecualian dari beberapa jamur dimorfik, infeksi
jamur oportunistik terjadi di seluruh duniadan tidak memiliki kecenderungan
geografis. Patogen penyebab biasanya ditemukan di lingkungan. Misalnya Aspergillusspp, Zygomycetesdan Fusariumpp.yang saprophytes
tanahditemukan dalam membusuk vegetasi. Cryptococcus neoformans dapat diisolasi
dari unggas (terutama merpati) kotoran. Penicillium marneffei endemik ke Asia
Tenggara dan Cina, di mana reservoir dianggap pada tikus bambu, tetapi infeksi
telah dilaporkan di AS . Terakhir, Candida spp. Biasanya menjajah kulit
dan saluran cerna. Secara keseluruhan, insiden mikosis oportunistik telah
meningkat dalam hubungannya dengan penggunaan pandemi dan lebih besar HIV
terapi imunosupresif.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar