Terima saja kenyataan
Bahwa kau bahkan tak pernah masuk hitungan
Sejak awal dia tidak tebar harapan
Hanya bersikap manis pada setiap perempuan
Tapi coba lihat, siapa yang telah terjerat
Tenggelam dalam mimpi dan harap
Merasa menjadi paling istimewa sejagat
Hingga layak untuk merasainya dalam dekap
Sadarilah jika kau hanya bayang bayang
Yang takkan pernah bisa menjadi pemenang
Bergelayut pada harapan yang lama usang
Menjadi tujuan dalam segenap pelarian
Bangunlah dari segala macam mimpi
Bahkan mendengar namamu saja kini tak sudi
Kau bukanlah bertepuk sebelah hati
Tapi sejak awal, memang ia tak pernah memberi hati
Duh hati, bagaimana aku harus menyadarkanmu
Kurang burukkah perlakuannya selama ini?
Katakan apa yang telah ia lakukan hingga marahpun kau tak mampu
Ayolah, mau sampai kapan kau terbuai obsesi dalam mimpi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar