Sabtu, 29 Juni 2019

Memilih

Kau bilang ingin dipeluk
Namun saat aku merentangkan tangan, kau berpaling
Kau bilang ingin dimengerti
Namun saat aku memaklumi, kau tak peduli
Kau bilang ingin diperhatikan
Namun saat aku memahamimu, kau bilang hentikan



Katamu, tak ada yang peduli padamu
Aku peduli, tapi perlahan kamu tak butuh lagi
Katamu, kau butuh pundak untuk bersandar
Kuberikan segenap jiwa dan ragaku, ternyata ada rumah lain yang kau tuju
Katamu, seorang pun tidak merindukanmu
Fajar hingga fajar kau ada di hatiku, nyatanya yang kau ingini memang hati yang lain

Sejauh apapun aku melangkah, kau tak pernah mau searah
Selama apapun aku menunggu, kau memang tak ingin ku tunggu
Sekuat apapun aku bertahan, kau sekalipun tak berminat aku pertahankan

Karena memang dari awal, kau tak pernah menganggap aku seseorang yang layak ada di hatimu

Kau tidak membutuhkan, kau hanya menginginkan untuk memilih sosok itu
Dan aku, ternyata memang dari awal tak pernah ada kesempatan untuk kau pilih

1 komentar: